Tips Sukses Inisiasi Menyusu Dini
By yoliberty on December 01,2012
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses pemberian kesempatan kepada sang bayi untuk memulai (inisiasi) menyusu sendiri segera setelah lahir (dini). Dengan IMD, dapat menurunkan angka kematian bayi secara signifikan. Salah satu studi di Ghana menunjukkan bahwa dengan pemberian ASI di hari pertama kelahiran, dapat menurunkan angka kematian bayi sebesar 16%. Dan apabila ASI diberikan dalam 1 jam pertama setelah melahirkan, maka angka kematian bayi dapat diturunkan hingga 22%. Ketika sang bayi lahir, segera bayi diletakkan di atas perut dada ibu sedemikian rupa sehingga kulit bayi melekat pada kulit ibu (skin to skin contact) dan dibiarkan dalam posisi ini selama 1 jam, sampai bayi menemukan ASI sendiri. Manfaat skin to skin contact diantaranya menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat (menurunkan kematian karena hipotermia), memindahkan bakteri normal dari kulit ibu ke bayi (menghindari serangan bakteri berbahaya / infeksi dari lingkungan sekitar), ibu dan bayi merasa lebih tenang. Banyak sekali manfaat lain yang bisa didapatkan dengan IMD, baik untuk bayi, ibu maupun ayah. Berbagai manfaat yang didapatkan dengan IMD dan ASI, diantaranya: Manfaat untuk ibu:
  • Sentuhan, jilatan dan emutan bayi pada puting ibu akan merangsang produksi hormon oksitosin yang berfungsi merangsang sekresi ASI, merangsang kontraksi uterus (membantu melahirkan plasenta dan mengurangi risiko perdarahan), meningkatkan ambang rangsang nyeri dan membuat ibu tenang.
  • Mengurangi risiko kanker payudara, ovarium dan rahim.
  • Mengurangi risiko osteoporosis, diabetes maternal, dan arthritis rheumatoid.
  • Metode KB yang aman.
Manfaat untuk bayi:
  • Bayi mendapatkan kolostrum yang kaya dengan berbagai nutrisi, faktor pertumbuhan, vitamin A, sel imunologi dan antibodi, yang berfungsi melindungi bayi dari berbagai infeksi dan membantu perkembangan sistem imun bayi.
  • IMD menurunkan 22% kematian bayi dan 8.6% kematian balita.
  • ASI eksklusif yang diteruskan dengan ASI sampai 11 bulan saja dapat menurunkan 13% kematian balita. Namun demikian, dianjurkan ASI sampai 2 tahun.
  • ASI dapat menurunkan 40-47% kejadian infeksi gastrointestinal, mengurangi 17 kali risiko terjadinya pneumonia, mengurangi 6-8 kali risiko kanker pada anak (leukemia, neuroblastoma, limfoma maligna) dan juga mengurangi 40-50% risiko asma.
Manfaat untuk ibu, bayi dan ayah:
  • Jalinan kasih sayang antara ibu, bayi dan ayah lebih baik karena bayi lebih siaga dalam 1-2 jam pertama.
  • Dengan IMD akan meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif dan lebih lama disusui.
  • Ayah dapat mengadzankan dan mendoakan anaknya di dada ibu.
Berikut ini beberapa tips agar “Inisiasi Menyusu Dini” berjalan lancar:
  • Berikan suasana yang layak, nyaman dan penuh dukungan pada ibu saat proses kelahiran. Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu di kamar bersalin.
  • Setelah bayi lahir, segera dikeringkan terutama kepala (kecuali tangannya), tanpa menghilangkan vernix. Mulut dan hidung bayi dibersihkan, tali pusat diikat kemudian diperlihatkan ke ibu. Bisa dilakukan kontak pipi sebentar antara ibu dan bayi, ibu juga bisa mencium bayi.
  • Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, telungkupkan bayi di dada-perut, di antara payudara ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan mata bayi setinggi puting susu. Bayi dan ibu tidak menggunakan baju, sehingga ada full skin-to skin contact. Tetapi keduanya boleh diselimuti.
  • Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati puting. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  • Biarkan kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama minimal satu jam sampai proses menyusu awal selesai. Bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu – bayi bersentuhan sampai setidaknya 1 jam.
  • Bau payudara merupakan stimulus kuat yang akan mendorong bayi ke arah puting ibu. Bayi baru lahir indera penciumannya sudah berkembang.
  • Bila dalam 1 jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan mendekatkan bayi ke puting, tetapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. Berikan waktu kulit melekat pada kulit 30 menit atau 1 jam lagi.
  • Proses menimbang, mengukur, suntikan vitamin K, dapat ditunda sampai proses menyusu awal selesai.
  • Ibu melahirkan dengan tindakan seperti operasi caesar, diberikan kesempatan untuk kontak kulit.
  • Rawat gabung bayi, dimana ibu dan bayi dirawat dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Jangan diberikan dot atau empeng.
IMD juga termasuk tahapan yang penting dalam mendukung kesuksesan program “10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui” yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Dr. dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH dalam acara “Pekan ASI Sedunia 2010” pada awal Agustus 2010 ini di Jakarta. Untuk itu kita harus selalu memberikan edukasi dan mempromosikan pentingnya IMD kepada seluruh masyarakat Indonesia.
COMMENTS
Please login to leave a comment