Bayi Muntah Saat Makan, Bagaimana Cara Mengatasinya ?
By Nur Rofiatun on November 20,2012
Bayi Muntah Saat Makan, Bagaimana Cara Mengatasinya ?

Bayi muntah saat makan tentu sering ibu alami dan hal ini yang membuat ibu selalu khawatir dan sulit untuk diatasi. Hal ini bisa diakibatkan karena mulainya pemberian makanan semi padat, seperti bubur susu, jus buat, ataupun biskuit sereal. Selain itu, dengan pemberian makanan padat pun seperti nasi tim juga bisa menjadi penyebab bayi muntah.

      Jika makanan yang sudah dimasukkan langsung dimuntahkan kembali, bisa jadi terjadi masalah pada daerah sekitar mulut bayi. Untuk itu, perlu Anda ketahui dan jangan terlalu khawatir karena hal tersebut masih dalam tahap proses bayi untuk menelan dan mengunyah makanan. Proses inilah yang menyebabkan bayi muntah saat dimasukkan makanan, karena proses untuk menelannya belum baik atau bisa juga karena makanan yang Anda berikan tidak ia sukai.

      Jangan khawatir, hal ini tidak akan berlangsung lama dialami bayi hanya tahap awal ketika bayi diperkenalkan dengan makanan semi dan padat saja. Dan jika terjadi bayi muntahsetelah makanan masuk ke dalam lambung setelah setengah jam, bisa saja terjadi kemungkinan adanya gangguan pencernaan. Lalu bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi si kecil yang selalu saja muntah ketika saat atau setelah makan? Berikut penjelasannya.

Saat menelan refleksnya belum baik

Makanan yang Anda masukkan pertama kali ketika berada di bagian depan lidahnya, bayi akan berusaha menjulurkan lidahnya untuk menelan makanan. Tetapi karena akibat awal perkenalan makanan maka bisa jadi bayi pun mengeluarkan lagi makanannya. Seperti halnya dalam belajar merangkak, ketika ia memulai untuk maju yang terjadi adalah ia melakukan mundur karena proses koordinasi pada motoriknya belum baik.

Jika yang terjadi ketika makanan dimuntahkan oleh bayi, maka jangan lakukan untuk memaksanya memasukkan makanan kembali pada posisi bayi mendatar. Ini dapat menyebabkan bayi batuk dan muntah, serta berbahaya jika makanan yang masuk bisa mengganggu saluran pernafasan dan terjadi penyumbatan hingga berakibat fatal.

Refleks menelan ini akan segera membaik dan tergantung pada kemampuan masing-masing bayi. Pada umumnya, proses tersebut bisa dilakukan dengan baik jika setelah usia 6 bulan ke atas. Namun, bila si kecil masih tetap mengalami hal yang serupa pada tahap awal perkenalan sulit untuk menelan makanan semi padat dan padat, maka Anda dapat mengatasinya dengan mengencerkan kembali makanan tersebut hingga ia dapat menelan.

Tidak kenal dan tidak suka dengan makanan

Saat bayi harus memulai dengan makanan yang baru baik semi padat ataupun padat, tentu ia baru mengenal makanan yang akan dikonsumsinya dan berbeda dari makanan sebelumnya. Pada awal pengenalan inilah tentu bayi tidak mengenal atau bahkan tidak menyukai makanan yang Anda berikan. Dengan begitu, ia akan mudah menolak dan memuntahkannya.

Jika kembali bayi memuntahkan makanannya, maka jangan Anda memaksanya kembali untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya karena ini hanya akan membuat bayi menjadi trauma saat melihat makanan yang Anda berikan. Tetapi cobalah untuk mengencerkannya sedikit agar bayi mau makan.

Rasa makanan yang berbeda

Perlu Anda ketahui, selama enam bulan pertama bayi hanya mengenal rasa manis. Dan ketika Anda memberikan nasi tim, maka ia pun akan menolak karena rasanya yang asin dan tidak semanis bubur susu.

Oleh karena itu, Anda upayakan sebisa mungkin untuk membuat variasi nasi tim dengan rasa yang manis bisa ditambahkan dengan kecap.

Bayi muntah juga bisa terjadi pada saat bayi kekenyangan makan atau minum atau karena bayi mengulet, hingga tekanan pada bagian perutnya naik, sehingga mengakibatkan susu yang diminumnya  ataupun makanan yang dimakannya keluar lagi.

COMMENTS
Please login to leave a comment